Showing posts with label DBMS (Database Manajemen System). Show all posts
Showing posts with label DBMS (Database Manajemen System). Show all posts

0 Pengantar DBMS

A. Paket Bahasa Dalam DBMS
Penggunaan bahasa dlm dbms dibagi menjadi beberapa definisi yg masing-masing mempunyai spesifikasi sendiri-sendiri, yaitu:
1. Data Definition Language (DDL)
Paket bahasa yang merumuskan tentang apa dan
bagaimana suatu database dibentuk.
2. Data Manipulation Language (DML)
Paket bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk
mengakses atau memanipulasi data sebagai yang telah
diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang
tepat.
3. Query
Paket bahasa yang merupakan bagian dari DML yang
digunakan untuk pengambilan informasi sesuai
kebutuhan database yang dibentuk. B. Fungsi-fungsi DBMS

Ada 6 Fungsi DBMS, Yaitu :
1. Data Definition
2. Data Manipulation
3. Data Security dan Integrity
4. Data Recovery dan Concurrency
5. Data Dictionary
6. Performance

1. Data Definition
DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data

2. Data Manipulation
DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari pemakai untuk mengakses data

3. Data Security & Integrity
DBMS harus dapat memeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA

4. Data Recovery & Concurency
- DBMS harus dapat menangani kegagalan-kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh kesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
- DBMS harus dapat mengontrol pengaksesan data yang konkuren yaitu bila satu data diakses secara bersama-sama oleh lebih dari satu pemakai pada saat yang bersamaan.

5. Data Dictionary
DBMS harus menyediakan data dictionary

6. Performance
DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin

Komponen DBMS
1. Query Processsor
2. Database Manager
3. File Manager
4. DML Preprocessor
5. DDL Compiler
6. Dictionary Manager

1. File Manager mengelola alokasi ruang dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
2. Database Manager menyediakan interface antara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
3. Query Processor menerjemahkan perintah-perintah query language ke perintah low-level yang dimengerti oleh database manager. Juga membuat query yang dibuat oleh user menjadi lebih efektif.
4. DML Precompiler mengkonversi perintah DML dan berinteraksi dengan query processor.
5. DDL Compiler mengkonversi perintah-perintah DDL ke sekumpulan tabel yang mengandung metadata (data yang mendeskripsikan data sesungguhnya).

D. PERBEDAAN TRADITIONAL FILE MANAGEMENT (FMS) DENGAN DATABASE MANAGEMENTSISTEM (DBMS)

TRADITIONAL FILE MANAGEMENT
1. Bersifat program oriented
2. Bersifat kaku
3. Terjadi kerangkapan data dan tidak terjaminnya keselarasan data ( data inkonsistensi)
DATABASE FILE MANAGEMENT (DBMS)
1. Bersifat data oriented
2. Bersifat luwes/fleksible
3. Kerangkapan data serta keselarasan data dapat terkontrol
Keterangan :
Program oriented " Susunan data di dalam file , distribusi data pada peralatan strorage, dan organisasi filenya dipilih sedemikian rupa, sehingga program aplikasi dapat menggunakan secara optimal "
Data oriented " Susunan data, organisasi file pada database dapat dirubah, begitu pula strategi aksesnya tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada ".
Read more

0 DBMS-11 MODEL DATA LOGIKA 1 & 2

MODEL DATA LOGIKA

MODEL DATA LOGIKA (MDL 1 DAN MDL 2)

I. MDL 1  Mengidentifikasi entity utama
Aturan MDL 1.1 Memberi Nama, Definisi,
Diagram & Dokumentasi Entity Dlm Kamus Data.
(Perancangan Dokumentasi) Setiap Entity Yg
Merupakan Bagian Dr Entity Utama/Induk Disebut Subtype.
Entity Utama = Supertype
Langkah 1 :Mendefinisikan Obyek Utama. Obyek utama inilah disebut sebagai entity. Contoh pemasaran berisi informasi tentang pelanggan, produk.order,nota dll..

Langkah 2 :Membuat Diagram MDL Berupa Hub/Relation


II. MDL 2  Menentukan relationship/hubungan antar entity

Setiap relationship merupakan hubungan antar 2 entity

Untuk menentukan relationship :
1.Relationhsip Existance (keberadaan)
Contoh: Karyawan punya anak
2.Relationship Fungsional
Contoh: Dosen mengajar Siswa
3.Relationship Event (kejadian)
Contoh: Pelanggan membuat Order

Aturan MDL 2.1 Namakan, definisi, diagram & dokumentasikan relationship dalam kamus data (perancangan dokumentasi)
Relationship antara entity terdapat beberapa tipe yaitu:
  1. One To One Relationship
  2. One To Many Relationship
  3. Many To Many Relationship
Penggambaran dari hubungan tersebut adalah dengan tanda panah.
One To Many Relationship ditunjukan dengan tanda panah yang pucuk panahnya ganda(2).

Aturan MDL 2.2 Klasifikasikan rerelationship menjadi one to one atau one to many relationship.
Sederhanakan hubungan many to many atau one to many ( cara : dengan menambah file baru sbg konektor).

Aturan MDL 2.3 Klasifikasikan kembali relationship yg kompleks, relasikan pd binary relationship pd setiap entity.
Suatu relasi disebut kompleks bila terjadi relasi lebi dari tiga entity, cenderung pula redudan. Hal ini perlu disederhanakan dgn cara membuat relasi yg binary, dalam arti kata hanya dua entity saja relasi tersebut.
Contoh: Pelanggan, Mobil, Salesman
ketiga entity tersbut satu kesatuan dalam proses penjualan mobil ,tidak hanya satu pelanggan dan dilayani tidak satu salesman.
maka untuk relasi ketiga entity tersebut, ditambahkan entity baru yaitu JUAL. Baru cari relasi antar entity tersebut.

Aturan MDL 2.4 Eliminasikan hub. Yg redudansi dr MDL.
Aturan MDL 2.5 Bangun/buat relationship one to one antar supertype dengan subtype.
satu subtype adalah satu subset dari entity lain (supertype) dimana keduannya mempunyai rancangan struktur yg sama. Tetapi subtype punya tambahan kepemilikian khusus.
Contoh: mempunyai spertype yaitu Siswa, subtype adalah Siswa-ekonomi, siswa-informatika, siswa-biologi, siswa-fisika. Setiap subtype mempunyai khusus yaitu siswa pada fakultas tersebut.

Aturan MDL 2.6 Gambarkan suatu one to many relationship dr & ke pd 1 entity yg sama.
Sering didapati dalam entity itu sendiri anatar 1 record dengan yg lain punya relasi satu lawan banyak, atau banyak lawan banyak
Contoh: entity karyawan terdapat relasi yaitu record karyawan itu adalah punya status Manager, relsi anatar manager dengan karyawan lainnya adalah 1:10, maka perlu digambarkan dengan panah melingkar pada entitiy karyawan itu sendiri


Read more

0 P.DBMS-10 Model Data Logika

Model Data Logika

Adalah satu teknik untk menjelaskan denganbaik struktur informasi bisinis dan aturan aturan sebagai masukan pada proses perancangan database.
Langkah-langkah dalam Model Data Logika ditunjukkan dalam satu set kriteria untuk mendapatkan model data logika paling optimal.
•Kebenaran Struktur
Konsisten dengan jalur definisi bisnis dan informasi organisasi
•Kemudahan
Mudah untuk dimengerti oleh orang yang tidak punya pendidikan khusus atau pemakai sistem yang buka profesional di komputer
•Tidak redundansi
Tidak mempunyai informasi yang berlebihan ditulis berkali-kali, usahakan untuk satu potongan informasi hanyalah disimpan benar satu tempat, tidak diberberapa tempat
•Dapat dipakai bersama(sharability)
Kondisi data tidak sangat spesific dan hanya dapat dibaca oleh satu dua aplikasi atau teknologi, namun diharapkan dapat diacces oleh beberapa aplikasi dan teknologi.
•Mudah dikembangkan(extensibility)
Mampu untuk menerima kebutuhan baru dengan akibat yang ringan terhadap perubahan data dasarnya
•Kesatuan (integrity)
Konsisten dengan jalur bisnis yang digunakan dan pengelolahan informasi

Langkah-Langkah Perancangan Database :
1. Membangun Kerangka User View
2. Menentukan Kunci/Key Pada User View
3. Membuat Rincian Data Pada User View
4. Validasikan Dengan Aturan Normalisasi
5. Menentukan Atribute Tambahan
6. Integrasi User View
penjelasanyan sebagai berikut:

1. Membangun Kerangka User View
Memebangun model data logika dengan menguji satu aktivitas atau fungsi bisnis pada satu waktu. Model atau reprensentasi dari kebutuhan informasi oleh satu fungsi binsis diketahui sebagai pemakai (User View)
Secara specsifik maka perancang dan pemakai melaukukan
a.Mengindetifikasikan entity (kenyataan) yng utama merupakan step awal dan diberikan kode MDL1(model data logika )
b.Menentukan hubungan (relationship) antar entity => Step 2 MDL2

2. Menentukan Kunci/Key Pada User View
Proses dilanjutkan dengan menambahkan kunci utama, dan juga tipe-tipe dari aturan bisnis.
Secara spesific maka perancang dan pemakai melakukan.
1. menentukan kunci primer dan kunci alternatif =>Step MDL3
2. Menentukan kunci tamu
3. Menentukan kunci aturan bisnis

3. Membuat Rincian Data Pada User View
Penambahan atribute buka kunci yang masih sisa
Atribute bukan kunci adalah rincian diskriptif dimana secara alamu bersekutu dengan entity.sekutukanlah setiap atribute dengan entity yang mempunyai kunci primer dimana atribute tersebut butuh untuk diidentifikasikan

4. Validasikan Dengan Aturan Normalisasi
Validasi aturan normalisasi=>step MDL 7
Normalisasi tidak menjamin bahwa model data logika telah benar merefleksikan keadaan bisnis dari kebutuhan data. Jadi perancang haruslah mengerjakan normalisasi sebagai satu teknik yg mempertajam analisis bisnis setelah melengkapi langkah MDL 1 s/d MDL 6

5. Menentukan Atribute Tambahan
Pada bagian ini, mengidentifikasikan 2 tipe tambahan mengenai atribute aturan bisnis.
Menentukan domain (paksaan pd nilai-nilai yg valid dimana satu atribute diasumsikan )=>Step MDL8
Menentukan operasi pemicu (triggering Operation), aturan ini mengatur efek dari operai penyisipan (insert),penghapusan (delete) dan pembaharuhan(update) pada entity yang sama=>Step MDL 9

6. Integrasi User View
Akhir dari perancangan model data logika adalah menggabungkan beberapa pandangan pemakai dalam satu model data logika.
Menggabungkan pandangan pemakai=>step MDL 10
Integrasikan dengan model data yang telah ada =>step MDL 11
Analisis untuk kestabilan dan pertumbuhan=> Step MDL 12

Tahap-Tahap Dalam Proses Membuat Mdl :
Mdl 1 (Mengidentifikasikan Entity Utama) 1 Aturan
Mdl 2 (Menentukan Hubungan Antar Entity) 6 Aturan
Mdl 3 (Menentukan Primary Key & Alternate Key)1 Aturan
Mdl 4 (Menentukan Foreign Key) 2 Aturan
Mdl 5 (Menentukan Kunci Aturan Bisnis) 5 Aturan
Mdl 6 (Penambahan Atribute Bukan Kunci) 15 Aturan
Mdl 7 (Validasikan Dengan Aturan Normalisasi) 8 Aturan
Mdl 8 (Menentukan Domain ) 7 Aturan


Read more

0 P 5-DBMS TEHNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM

TEHNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM
A. Entity Relationship Konsep
Teknik Entity Relationship  Pada teknik ini akan terdapat dua atau lebih file yg direlasikan dengan kunci relasi (primary key), yg akan saling mempunyai keterkaitan antara sebuah file dengan file yg lain.
Komponen-Komponen ERD
1. Entity/Entitas 4.Cardinality Ration
2. Relationship 5.Derajat Relationship
3.Atribute 6.Participation Constraint
7.Reprensentasi dari entity set


Klik Download Penjelasannya
Read more

1 Soal Latihan UTS (Tugas DBMS)



Dikirim ke Email robisopandi@yahoo.com.hk
dengan subjek Tugas DBMS Latihan 1
sebutkan NIM, Nama dan Kelas
Terima Kasih



Read more

2 DBMS -4 PERANCANGAN DATABASE

I. Tahap Perancangan Database
1. Pengumpulan Dan Analisa Data
2. Perancangan Database Secara Konseptual
3. Pemeliharaan Dbms
4. Perancangan Database Secara Logika
5. Perancangan Database Secara Fisik
6. Implementasi Sistem Database


Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis
Sebelum merancang suatu database, yang harus dilakukan adalah mengetahui dan menganalisis apa yang diinginkan dari pengguna aplikasi, sehingga proses ini disebut pengumpulan data dan analisis.

Untuk menspesifikasikan kebutuhan yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi bagian lain di dalam sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem database. Termasuk pengguna yang baru atau yang sudah lama juga aplikasinya, kebutuhan–kebutuhan tersebut dikumpulkan dan di analisa.

Kegiatan pengumpulan data dan analisis :
• Menentukan kelompok pemakai dan areal bidang aplikasinya.
Pengguna yang menguasai aplikasi yang lama dari setiap bagian dipilih untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan menspesifikasikannya.
• Peninjauan dokumentasi yang ada.
Dokumen yang berhubungan dengan aplikasi yang akan dibuat dipelajari dan dianalisa, sedangkan dokumen lainnya seprti kebijakan manual, form, laporan–laporan dan bagan-bagan organisasi diuji dan ditinjau kembali untuk mengetahui apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap pengumpulan data dan proses spesifikasi
• Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan pemrosesan.
Lingkungan operasional yang sekarang dan informasi yang direncanakan akan di gunakan dipelajari, termasuk menganalisa jenis–jenis dari transaksi dan frekuensi transaksinya seperti halnya alur informasi dengan sistem. Input dan output data untuk transaksi tersebut harus diperinci.
• Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan angket yang telah dibuat sebelumnya.
Pengumpulan respon dari angket dan daftar pertanyaan berisikan prioritas para pengguna dan penempatan mereka di dalam berbagai aplikasi. Ketua kelompok mungkin akan ditanya untuk membantu para pengguna dalam memberikan informasi yang penting dan menentukan prioritas.
Teknik yang digunakan dalam penspesifikasian kebutuhan secara formal :
• OOA ( Object Oriented Analysis )
• DFD ( Data Flow Diagram )
• HIPO ( Hierarchical Input Process Output )
• SADT ( Structured Analysis & Design )

Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual

Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER sering digunakan didalam tahap ini.
Di dalam skema konseptual dilakukan perincian aplikasi–aplikasi database dan transaksi–transaksi yang diketahui .

Ada dua kegiatan di dalam perancangan database secara konseptual :
• Perancangan skema konseptual :
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek tentang kebutuhan– kebutuhan pemakai terhadap data yang dihasilkan dari tahap 1, dimana
tujuan dari proses perancangan skema konseptual adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian semantik, keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database konseptual dengan menggunakan model data ER/EER tanpa tergantung dengan sistem manajemen database
Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual :
• Terpusat
Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.
• Integrasi view–view yang ada
Untuk masing–masing aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal ( view ) kemudian view – view tersebut disatukan ke dalam sebuah skema konseptual.

Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :
• Top down
• Bottom Up
• Inside Out
• Mixed
• Transaksi
Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih. Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu diimplementasikan . Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan fungsional . Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select dll.

Tahap 3 : Pemilihan Sistem Manajemen Database
Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh beberapa faktor a.l : Teknik, Ekonomi, dan Politik Organisasi

Faktor Teknik :
• Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional )
• Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database
• Tipe interface dan programmer
• Tipe bahasa queri

Faktor Ekonomi :
• Biaya penyiadaan hardware dan software
• Biaya konversi pembuatan database
• Biaya personalia
• Biaya pelatihan
• Biaya pengoperasian
• Biaya pemeliharaan

Faktor Organisasi :
• Struktur data
Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem manajemen database harus dipikirkan.
• Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu
Jika staff programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
• Ketersediaan dari service vendor
Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.

Tahap 4 : Perancangan database secara logika ( Transformasi model data )
Transformasi dari skema konseptual dan eksternal ( Tahap 2 ) ke model data sistem manajemen database yang terpilih, ada dua proses yaitu :
• Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau hal– hal khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen database
• Penyesuaian skema ke sistem manajemen database yang spesifik, di lakukan suatu penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap 1 untuk dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih
Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL tersebut termasuk dalam parameter–parameter perancangan fisik , maka perintah DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik telah lengkap.


Tahap 5 : Perancangan Database Secara Fisik
Proses pemilihan struktur penyimpanan yang spesifik dan pengaksesan file– file database untuk mencapai kinerja yang terbaik di bermacam–macam aplikasi
Kriteria pemilihan perancangan fisik :
• Waktu respon
Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon
• Penggunaan ruang penyimpanan
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh database file dan struktur jalur pengaksesannya
• Terobosan yang dilakukan file transaksi
(Transaction troughput )
Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi
Apabila waktu respon dari database tidak mencapai optimalisasi, maka pada tahap perancangan fisik ini dapat dilakukan denormalisasi.

Denormalisasi

Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.
Proses denormalisasi termasuk :
 Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan join
 Mereplikasi/menduplikat data pada tabel

Tahap 6 : Implementasi
Implementasi skema database logik dan fisik ke dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih, untuk digunakan dalam pembuatan file–file database yang masih kosong
Studi Kasus :
Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan yang akan di representasikan dalam database dan buat sesuai dengan proses perancangan database dari tahap 1 s/d tahap 4.
1. Suatu perusahaan terdiri atas bagian–bagian, masing–masing bagian mempunyai nama, nomor bagian dan lokasi . Setiap bagian mempunyai seorang pegawai yang mempunyai seorang pimpinan yang memimpin bagian tersebut.
2. Setiap bagian mengontrol sejumlah proyek dimana masing–masing proyek mempunyai nama, nomor proyek dan lokasi .
3. Setiap pegawai menjadi anggota pada salah satu bagian tapi dapat bekerja di beberapa proyek . Untuk setiap pegawai yang bekerja di proyek mempunyai jam kerja per-minggu . Seorang pegawai mempunyai nama, nomor pegawai, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir dan usia serta supervisor / penyelia langsung. Pegawai juga mempunyai tanggungan yang terdiri atas nama, jenis kelamin dan hubungannya dengan si pegawai.

Jenis-Jenis Key :
1. Super key
Himpunan dari satu atau lebih entitas yang digunakan untuk mengidentifikasikan secara unik sebuah entitas dalam entitas set
2. Candidate key
Satu attribute atau satu set minimal atribute yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang specifik dari entity
Jika satu kunci kandidat berisi lebih dari satu atribute, maka biasanya disebut sebagai composite key (kunci campuran/gabungan)
Contoh:
File pegawai berisi atribute
 no induk
 No ktp
 Nama
 Tempat lahir
 Tanggal lahir
 Alamat
 Kota

Kunci kandidat disini adalah:
 No induk
 No ktp

3. Primary key
Satu atribute atau satu set minimal atribute yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang specifik tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity


-No.induk, karena unik tidak mungkin ganda dan mewakili secara seluruh entity pegawai.
-No ktp, ini hanya dipakai bila sampai dengan pembayaran gaji pegawai ternayata no.induk belum keluar.

4. Alternatif key
Kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key

5. Foreign key
Satu atribute (atau satu set atribute) yang melengkapi satu relationship (hubungan yang menunjukkan ke induknya.
Contoh file transaksi gaji bulanan
v No induk
v Nomor bukti
v Tanggal
v Jumlah gaji kotor
v Jumlah potongan
v Jumlah gaji bersih
v Jumlah pajak

Kunci tamu
v No.induk, karena gaji ini berhubungan dengan file pegawai

Kunci primary
v Nomor bukti, karena uni dan mewakili entitiy

Kunci kandidat atau kunci alternative
v No induk+nomor bukti, unik dan menunjukakan hubungan file induk pegawai


Kebergantungan Fungsi (Functional Dependency).

Konsep dalam perancangan database, dimana mempunyai definisi sbb :
“Diberikan sebuah relasi R, atribute Y dari R adalah bergantung fungsi pada atribute X dr R jika dan hanya jika setiap nilai-nilai X dlm R memiliki Hub. dengan tepat satu nilai Y dlm R.”


Contoh:
File pegawai berisi atribute
v no induk
v No ktp
v Nama
v Tempat lahir
v Tanggal lahir
v Alamat
v Kota

Isi attribute nama bergantung pada nomor induk. Jadi dapat dikatakan bahwa attribute nama bergabtung secara fungsi pada no.induk dan no induk menunjukan secara fungsi nama.

No induk>> nama
Atau
Nama=f(no induk)


Read more

0 DBMS 1-Konsep Dasar Database

Konsep Dasar Database
I.Pengertian
Database
Sekumpulan data yang terdiri dari koleksi berbagai file yang berisi informasi, yang disimpan dengan cara tertentu sehingga redudansi yang tidak perlu dapat dihindarkan.

Basis data. Representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya.
Dalam maksud yang sama, bisa juga diartikan sebagai sekumpulan informasi yang disusun sedemikian rupa untuk dapat diakses oleh sebuah software tertentu. Database tersusun atas bagian yang disebut field dan record yang tersimpan dalam sebuah file. Sebuah field merupakan kesatuan terkecil dari informasi dalam sebuah database. Sekumpulan field yang saling berkaitan akan membentuk record.

Sistem Database

Penggunakan perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk melaksanakan perkerjaan tertentu dalam sejumlah data yang besae

DBMS (Database Management System)
Membuat dan memanfaatkan perangkat lunak yang dipakai untuk mengimplementasikan atau menerapkan suatu sistem database.
Disingkat dengan DBMS. DBMS adalah Sistem pengorganisasian dan pengolahan data base pada komputer. Sistem ini dirancang untuk mampu melakukan berbagai data dengan beberapa referensi data yang sama. DBMS ini mampu diakses oleh berbagai aplikasi.
Terobosan dari DBMS adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang mengorganisasikan data dalam suatu struktur dan memaksimalkan berbagai cara serta menghubungkan antar kumpulan data yang disimpan dalam database.
Terobosan berikutnya adalah Distributed Relational Database Management System (DRDBMS). Dengan DRDBMS memungkinkan informasi berada pada baris data di lokasi yang berbeda (didistribusikan), dan direferensisilangkan, diperbaharui, dan akses dari semua lokasi, seolah-olah data tersebut berbasis data tunggal dan terpusat.

II. Syarat Dan Kegunaan Database
Masalah-masalah yang dapat diatasi dalam penyusunan database :
1. Redudansi Dan Inkonsistensi Data
Redudansi adalah bagian data mengalami kerangkapan data atau penggandaan pada file –file yang berbeda. Penyimpanan dibeberapa tempat untuk data yang sama ini.
Inkonsistensi (tidak Konsisten) adalah penyimpanan data yang sama berulang dibeberapa file.
2. Kesulitan Pengaksesan Data
Pada suatu saat dibutuhkan data untuk mencetak data pelanggan yg berada di kode pos 41317 cikampek, padahal belum tersedia program yang ditulis untuk mengeluarkan data tersebut.
3. Isolasi Data Untuk Standarisasi
Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, maka menyulitkan dalam menulis
4. Multiple User (Keterlibatan Banyak Pemakai Database)
Satu komputer digunakan untuk banyak orang pada saat bersamaan
5. Masalah Keamanan Data (Security Data)
Faktor keamanan informasi dengan menggunakan teknologi.
Melakukan tindakan pengamanan terhadap data, seperti hanya bisa dibaca dan tidak bisa dihapus, untuk data yang sifatnya tidak diinginkan terjadinya perubahan. Atau dengan memberikan suatu kode kunci (password) sehingga data tersebut hanya bisa dibuka oleh mereka yang berhak.
6. Masalah Integrasi (Kesatuan) Data
adanya saling keterkaitan kesatuan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
7. Masalah Independence (Kebebasan) Data
kebebasan data
Metode mengubah pola data dari isi data tersebut dan cara menyimpannya, sehingga perubahan tersebut tidak menyebabkan suatu program aplikasi ditulis kembali.

III. Beberapa Masalah Yang Dihadapi Dalam Manajemen Database
Diantara berbagai masalah yang dihadapi
dalam manajemen database :
1. Duplikasi
Bagaimana Mengurangi kerangkapan data
2. Fleksibilitas
Bagaimana Mengusahakan Agar Database Fleksibel. Memungkinkan dijalankan diberbagai flatform
3. Koordinasi
Koordinasi Pada Database

IV. Terminologi Database Jenjang Data

1. Character
Bagian data yg terkecil.
Istilah yang umum untuk hal ini di Indonesia ditulis dengan karakter. Karakter merupakan Lambang-lambang yang terdiri dari huruf, angka, serta lambang-lambang lainnya, dibentuk dari susunan bit.
Kode yang dihasilkan dari ASCII ataupun EBCDIC dapat diolah oleh komputer menjadi informasi yang disebut dengan karaker tadi, sehingga manusiapun dapat membacanya. Contoh hasil olahan dari karakter tersebut adalah seperti e-mail yang sedang anda baca di layar monitor. Padahal, kalau ditinjau lebih dalam apa yang anda baca pada e-mail tersebut adalah merupakan olahan komputer dari simbol on/off tersebut.
Contoh dari kode ASCII adalah sebagai berikut:
Karakter ASCII
# 010 0011
C 100 0011
n 110 1110
Setiap karakter yang dibentuk melalui kode komputer disebut juga dengan satu byte. Sebagai contoh, berapa jumlah karakter "jack f" menurut anda? Tentu jumlahnya adalah sama dengan 6 byte atau 6 karakter. Lho kok enam bukannya lima? Ya, spasi juga merupakan satu bentuk hasil simpanan data 1 byte, yang karakternya dilambangkan dengan spasi itu sendiri.
2. Entitas
suatu obyek yg dapat dibedakan dengan objek lainnya.
Contoh:
entitas di lingkungan Pabrik( supplier, part,shipment)
entitas di lingkungan Bank(simpanan, hipotik, nasabah)
Kumpulan entitas disebut himpunan entitas
Contoh:Bank merupakan kumpulan entitas nasabah
3. Field
Pengelompokan data item ke dalam satu kelompok yang sejenis.
Di dalam database diartikan sebagai identitas spesifik dari sebuah objek. Misal objeknya mobil, field warnanya biru, field bahan bakar solar, dst.
4. Attribute
Sifat/karakteristik yang dapat mewakili suatu entity.
Kata dari bahasa Inggris yang berarti sifat, karakteristik. Misalnya karakteristik dari suatu objek seperti sel pada worksheet, atau file.

Entity siswa=> atributenya adalah Nim, nama, Alamat
Entity Nasabah=>atributenya adalah Kode_nasabah,nama_nasabah
5. Record / Tuple
Kumpulan dari beberapa field/ elemen yg saling berhubungan & menginformasikan tentang suatu entity secara Lengkap.
Contoh: Kumpulan atribute kode nasabah,nama, dan alamat berisikan
“0145623”,ronaldo,jl.ahmad yani no.32
6. Data Value (nilai atau isi data)
Data aktual atau informasi yang disimpan pada setiap data element.
Contoh: Atribut nama karyawan => Sri, dadang.
7. File
Sekelompok record sejenis yang saling berinteraksi.
Arsip yang disimpan dalam suatu media, yang terdiri dari kumpulan karakter, dan didokumentasikan dalam bentuk data digital oleh komputer.
Contoh: File mata pelajaran berisikan semua mata pelajaran yg ada.


Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 The Students Computer is proudly powered by Blogger